Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta Kementerian Perindustrian untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan sektor industri guna memperkuat fondasi ekonomi nasional, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6), Saleh menyoroti pentingnya langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, penguatan sektor industri dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menilai Indonesia perlu memiliki peta jalan pengembangan industri yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sebab, kemajuan sektor industri merupakan salah satu indikator penting bagi negara yang ingin memperkuat daya saing dan memperbesar kapasitas ekonominya di tingkat global.
Selain itu, Komisi VII DPR juga mendorong agar anggaran Kementerian Perindustrian tidak hanya difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia melalui politeknik perindustrian, tetapi juga diarahkan untuk mendorong lahirnya industri baru, inovasi teknologi, serta program-program yang berdampak langsung pada pertumbuhan sektor manufaktur.
Menurut Saleh, investasi pada pendidikan vokasi tetap penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan yang mampu mempercepat pengembangan industri nasional sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.







