Laba Bank DBS Indonesia Tumbuh 15,8 Persen, Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp15,6 Triliun

Jakarta – Bank DBS Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun, meningkat 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,49 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp6,13 triliun dari Rp5,98 triliun pada 2024.

Selain mencatat pertumbuhan laba, perseroan juga mempertahankan kondisi permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,22 persen, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini dinilai mampu mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Di sisi keberlanjutan, Bank DBS Indonesia menyalurkan pembiayaan untuk kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun sepanjang 2025, meningkat dibandingkan Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 19,1 persen dari total portofolio pinjaman perusahaan dan menjadi bagian dari komitmen mendukung ekonomi hijau serta inklusif.

Perseroan juga terus memperluas akses keuangan bagi masyarakat melalui berbagai program pembiayaan. Secara kumulatif, lebih dari Rp3,8 triliun telah disalurkan kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra pembiayaan, sementara pinjaman modal kerja bergulir senilai Rp70 miliar diberikan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen sosial perusahaan turut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Sepanjang periode tersebut, program keberlanjutan Bank DBS Indonesia telah menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan, termasuk melalui dukungan kepada wirausaha sosial, program ketahanan pangan di Flores, serta kegiatan penyelamatan makanan bersama organisasi sosial.

Berkat kinerja keuangan dan keberlanjutan yang konsisten, Bank DBS Indonesia meraih sejumlah penghargaan internasional sepanjang 2025 hingga 2026, termasuk pengakuan sebagai salah satu bank terbaik dalam pembiayaan berkelanjutan, tanggung jawab korporasi, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan di kawasan Asia.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    BI: Cadev Susut 1,3 Miliar Dolar AS di Tengah Upaya Stabilisasi Rupiah

    Jakarta – Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS, turun 1,3 miliar dolar AS dibandingkan posisi akhir April 2026 yang…

    Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Tembus Rp2,743 Juta per Gram

    Jakarta – Harga emas batangan produksi Logam Mulia Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (8/6) pagi. Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.743.000 per gram dari…