Lonjakan Gangguan Mental Anak di Indonesia: Pemerintah Dorong Sinkronisasi Kebijakan

Gangguan mental anak di Indonesia meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, memicu kebutuhan mendesak akan sinkronisasi kebijakan lintas lembaga. Wihaji dari BKKBN menekankan pentingnya kolaborasi kementerian agar intervensi kesehatan mental dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa gangguan mental pada anak lima kali lebih tinggi dibanding orang dewasa, dipicu oleh interaksi sosial yang berubah akibat paparan gadget berkepanjangan. Screening menunjukkan tingkat anxiety dan depresi anak jauh lebih tinggi secara konsisten.

Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga psikosis, dijamin oleh sistem nasional. Pemerintah terus memperkuat edukasi publik agar masyarakat sadar manfaat layanan ini dan kasus dapat tertangani lebih cepat.

Dengan langkah terpadu, diharapkan gangguan mental anak dapat ditekan, memberikan perlindungan psikologis optimal bagi generasi muda Indonesia.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…