Natalius Pigai: Keadilan Harus Berpihak pada yang Lemah dalam Konflik Lahan TPL di Sumatra Utara

Kementerian HAM tengah melakukan pendalaman serius terhadap konflik lahan antara masyarakat Sumatra Utara dan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa tim internal telah bertemu dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, lembaga negara, hingga masyarakat terdampak untuk menggali informasi yang lebih komprehensif.

Dari hasil sementara, ditemukan dua persoalan utama: tapal batas dan kepemilikan lahan. Pigai menjelaskan bahwa terdapat perbedaan versi antara perusahaan dan masyarakat, sehingga diperlukan dialog terbuka agar solusi yang dirumuskan tidak merugikan satu pihak pun. Ia menegaskan bahwa ukuran keadilan harus dinilai dari perspektif pihak yang paling lemah, terutama masyarakat yang terdampak langsung konflik.

Tenaga Ahli Kementerian HAM, Taufan Damanik, menambahkan bahwa tim baru saja menyelesaikan kunjungan kerja intensif di Sumatra Utara dengan bertemu jajaran kepolisian, pemerintah provinsi, kepala daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat akar rumput. Menurutnya, langkah ini penting agar negara memiliki gambaran utuh dalam menyusun solusi yang adil dan bermartabat.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Optimal Akhir 2026

    Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi…

    Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformatif Telah Dijalankan Selama 21 Bulan Pemerintahan

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan masa pemerintahan. Kebijakan tersebut mencakup berbagai sektor strategis untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang selama bertahun-tahun belum…