Natalius Pigai: Keadilan Harus Berpihak pada yang Lemah dalam Konflik Lahan TPL di Sumatra Utara

Kementerian HAM tengah melakukan pendalaman serius terhadap konflik lahan antara masyarakat Sumatra Utara dan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa tim internal telah bertemu dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, lembaga negara, hingga masyarakat terdampak untuk menggali informasi yang lebih komprehensif.

Dari hasil sementara, ditemukan dua persoalan utama: tapal batas dan kepemilikan lahan. Pigai menjelaskan bahwa terdapat perbedaan versi antara perusahaan dan masyarakat, sehingga diperlukan dialog terbuka agar solusi yang dirumuskan tidak merugikan satu pihak pun. Ia menegaskan bahwa ukuran keadilan harus dinilai dari perspektif pihak yang paling lemah, terutama masyarakat yang terdampak langsung konflik.

Tenaga Ahli Kementerian HAM, Taufan Damanik, menambahkan bahwa tim baru saja menyelesaikan kunjungan kerja intensif di Sumatra Utara dengan bertemu jajaran kepolisian, pemerintah provinsi, kepala daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat akar rumput. Menurutnya, langkah ini penting agar negara memiliki gambaran utuh dalam menyusun solusi yang adil dan bermartabat.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Hari ke-18 SAR KM Virgo, Sebanyak 57 Korban Masih dalam Pencarian

    Jakarta – Basarnas terus memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Memasuki hari ke-18 operasi SAR pada Rabu (30/9/2026), sebanyak 1.041 personel gabungan dikerahkan…

    DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

    Jakarta – DPR RI menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen,…