Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan bahwa keluarga menjadi unit terkecil sekaligus kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Dalam agenda Dialog Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi di Jakarta, ia menyoroti pentingnya tiga pilar investasi manusia: ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, terutama pada periode bonus demografi 2020-2030.
Data Kemendukbangga mencatat ada 74,09 juta keluarga di Indonesia, termasuk 3,72 juta keluarga dengan baduta, 10,18 juta dengan balita, 46,73 juta remaja, dan 25,17 juta lansia. Setiap fase kehidupan menjadi fokus intervensi melalui 599 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bekerja langsung di lapangan.
Para TPK berperan mengubah perilaku masyarakat, mencegah stunting, serta mendorong pemberdayaan ekonomi, sehingga kontribusi keluarga terhadap pengembangan SDM nasional dapat optimal. Strategi ini diharapkan memaksimalkan potensi manusia Indonesia untuk menghadapi puncak bonus demografi dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Dikutip dari antaranews.com








