Rupiah Diprediksi Melemah Akibat Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat. Penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan serangan besar ke Venezuela yang berakhir dengan penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke New York. Keduanya kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai dampak terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Berdasarkan faktor ini, kurs rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Harga Minyak Tergelincir, Pasar Pantau Gencatan Senjata dan Pertemuan AS-China

    Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026) di tengah perhatian investor terhadap kondisi geopolitik Timur Tengah dan agenda pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi…

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun

    Harga emas di Pegadaian pada Kamis pagi menunjukkan pergerakan beragam. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS dan Galeri24 tercatat stabil, sementara emas Antam mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.…