Presiden Prabowo Subianto mengupayakan pendidikan negeri gratis mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang layak dan setara. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya setelah Prabowo menyampaikan gagasan tersebut dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta.
Pemerintah kemudian menindaklanjuti arahan tersebut dengan sejumlah langkah, termasuk memperbaiki sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak serta meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru.
Untuk jenjang perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mulai menghitung kebutuhan pembiayaan standar bagi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Kajian tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menindaklanjuti rencana pendidikan tinggi gratis.
Prabowo sebelumnya menyatakan biaya pendidikan negeri, mulai SD, SMP, SMA hingga universitas negeri, harus gratis dan tidak menjadi beban masyarakat. Ia juga menyatakan akan menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan kebijakan tersebut.
Teddy mengatakan Presiden memandang pembangunan sumber daya manusia sebagai investasi penting bagi masa depan Indonesia. Karena itu, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu fondasi pembangunan nasional.







