BMKG mengonfirmasi munculnya Siklon Tropis Senyar sebagai fenomena cuaca yang tidak umum terjadi di perairan Selat Malaka. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menekankan Indonesia yang berada dekat garis ekuator secara teori jarang dilintasi siklon tropis.
“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum, apalagi jika sampai melintasi daratan. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak cuaca yang dapat muncul selama sistem ini bergerak,” ujar Andri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa Siklon Tropis Senyar telah memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumut, sementara hujan sedang hingga lebat juga terjadi di Sumbar dan Riau. Angin kencang berpotensi terjadi dari Aceh hingga Kepulauan Riau, dan gelombang sedang hingga tinggi tercatat di perairan sekitar sistem siklon.
BMKG menegaskan, kondisi ini meningkatkan risiko bagi wilayah pesisir, sehingga masyarakat dan nelayan diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dipicu Siklon Tropis Senyar.
Dikutip dari RRI.co.id








