Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan risiko kenaikan harga pangan di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi. Pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi.
Suahasil mengatakan inflasi saat ini mencapai 3,2 persen dan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia. Menurutnya, inflasi inti serta harga yang diatur pemerintah masih terkendali, sedangkan harga pangan bergejolak perlu mendapat perhatian.
“Yang perlu kita waspadai adalah volatile food karena sedang dalam kekeringan,” ujar Suahasil di Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pemerintah memantau perkembangan produksi dan harga berbagai komoditas pangan guna memastikan pasokan tetap tersedia. Suahasil juga menyatakan belum menyimpulkan dampak inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi semester II 2026 dan akan menunggu data yang diumumkan pekan ini.
Sebelumnya, Bank Indonesia turut mengantisipasi risiko kenaikan inflasi pangan akibat El Nino yang diperkirakan berlanjut hingga awal 2027. Inflasi pangan bergejolak pada September 2026 tercatat 5,03 persen secara tahunan.
BI menyoroti potensi gangguan produksi beras, cabai, dan bawang merah. Upaya pengendalian dilakukan melalui kerja sama antardaerah, operasi pasar, distribusi pangan, serta penguatan praktik pertanian dan irigasi.







