Danantara Indonesia menghasilkan sejumlah kerja sama strategis di bidang teknologi, energi, infrastruktur digital, dan transportasi melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Kolaborasi ini melibatkan BUMN, kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, dan perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi nasional.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong inovasi hingga tahap implementasi.
Sejumlah kerja sama mencakup pengembangan pusat data oleh Telkom Indonesia dan PLN, penguatan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) bersama LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga, serta rencana pembangunan fasilitas biodiesel FAME di Indragiri Hilir, Riau.
Danantara juga menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi riset dan industri. Di sektor kesehatan, kerja sama dilakukan untuk mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi.
Sigit menjelaskan, pengembangan teknologi dalam DTIIF 2026 dilakukan melalui tiga tahapan, yakni Imagine, Advance, dan Build. Ketiganya diarahkan untuk mendorong kemajuan teknologi sekaligus membangun industri yang berkelanjutan.
Danantara berkomitmen mengawal seluruh kesepakatan hingga tahap implementasi guna memperkuat kemampuan teknologi dan daya saing industri nasional. Kolaborasi tersebut juga akan berlanjut melalui penyelenggaraan New Asia Forum pada 3–4 Desember 2026 di Bali.








