Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (30/10/2026). IHSG melemah 104,12 poin atau 2,04 persen ke level 4.993 setelah sempat menyentuh posisi terendah di angka 4.979.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.066 dan sempat menguat hingga mencapai level tertinggi 5.116. Namun, indeks kemudian berbalik melemah seiring tekanan jual di pasar saham.
Mengutip data RTI Infokom hingga pukul 09.34 WIB, volume perdagangan mencapai 13,03 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,93 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 358.073 kali, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp8.784,76 triliun.
Tekanan terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 609 saham melemah, sedangkan 79 saham menguat dan 72 saham stagnan.
Dari sisi transaksi investor asing, tercatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,08 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing membukukan jual bersih Rp1,52 triliun, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai mencatatkan beli bersih Rp441,74 miliar.
Sejumlah saham perbankan dan emiten besar turut bergerak di zona merah. Saham BBCA turun 0,61 persen ke Rp4.910, BBRI melemah 2,14 persen ke Rp2.750, dan BMRI terkoreksi 0,81 persen ke Rp3.690. Saham BUMI juga turun 4,13 persen ke Rp116, sedangkan TPIA melemah 5,56 persen ke Rp1.275.
Di tengah pelemahan pasar, saham GOTO justru menguat 4,35 persen ke Rp24 dan PGAS naik 5,76 persen ke Rp1.285. Sementara itu, saham SINI turun 6,86 persen ke Rp8.825, PTRO melemah 6,83 persen ke Rp2.320, dan CUAN terkoreksi 5,85 persen ke Rp386.






