Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao periode November 2026 sebesar 5.242 dolar AS per metrik ton (MT). Angka tersebut turun 444 dolar AS atau 7,81 persen dibandingkan periode Oktober 2026.
Penurunan HPE dipengaruhi peningkatan produksi dan stok biji kakao di negara-negara produsen utama, khususnya kawasan Afrika Barat yang sedang memasuki masa panen. Kondisi tersebut turut menekan harga referensi (HR) biji kakao.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan, penetapan HR dan HPE mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global. Untuk November 2026, HR biji kakao ditetapkan sebesar 5.613,60 dolar AS per MT, turun 444,27 dolar AS atau 7,33 persen dari periode sebelumnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas kehutanan mengalami perubahan harga patokan ekspor. HPE getah pinus naik 3 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.023 dolar AS per MT. Kenaikan juga terjadi pada beberapa produk kayu, sementara sejumlah jenis kayu olahan dan produk hasil hutan lainnya mengalami penurunan. Adapun HPE keping kayu (chipwood) serta beberapa jenis kayu olahan tidak mengalami perubahan.






