Transaksi Saham di Bali Tembus Rp4,8 Triliun, Investor Muda Dominasi Pasar

Pertumbuhan saham Bali mengalami lonjakan signifikan pada September 2025, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,8 triliun atau naik 72,5% dibandingkan Rp2,8 triliun pada periode sama tahun 2024. Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menekankan bahwa investor muda menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar modal di Pulau Dewata.

Nilai kepemilikan saham di Bali meningkat 30,4% menjadi Rp6,21 triliun. Jumlah investor tercatat 338.168 SID, melonjak dari 133.749 SID pada September 2024. Pertumbuhan ini tidak lepas dari upaya OJK dalam literasi dan inklusi keuangan, dengan 1.404 kegiatan edukasi yang melibatkan 610 ribu peserta dari berbagai kalangan, termasuk UMKM, pelajar, mahasiswa, petani, dan penyandang disabilitas.

Data BEI Denpasar menunjukkan investor berusia 18-25 tahun mendominasi pasar (30,1%), disusul usia 31-40 tahun (25,6%) dan 26-30 tahun (24,4%). Pekerja swasta menyumbang 41% dari total investor, sementara pelajar dan mahasiswa mencapai 18,3%. Kota Denpasar menjadi pusat investor terbesar (32,6%), diikuti Badung (19,4%) dan Buleleng (11,8%).

Selain itu, 29 galeri investasi di Bali yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dan asosiasi lembaga jasa keuangan turut mendukung pertumbuhan investor saham, menunjukkan minat masyarakat Bali terhadap pasar modal terus meningkat.

Sumber antaranews.com

  • Related Posts

    PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp67.350 per Kg, Telur Ayam Rp29.350

    Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat sejumlah harga pangan di tingkat pedagang eceran pada Rabu (19/8/2026). Harga cabai rawit merah tercatat Rp67.350 per kilogram (kg), sementara telur ayam…

    Utang Luar Negeri Indonesia Tembus 453,4 Miliar Dolar AS pada Triwulan II 2026

    Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 453,4 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 4,4 persen secara tahunan (year on…