Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan aturan terkait pembatasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Bahlil mengatakan aturan tersebut masih dalam tahap formulasi. Ia menegaskan BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi, sehingga masyarakat yang dinilai mampu diimbau tidak menggunakan Pertalite maupun Biosolar.
Terkait antrean panjang BBM yang terjadi di Sulawesi Selatan, Bahlil menyebut stok BBM nasional masih berada pada batas minimal 18–20 hari. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM. Ia menyebut antrean antara lain dipengaruhi dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sebelumnya, pemerintah juga mengkaji pengendalian Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10. Bahlil mengatakan penerapannya masih menunggu validasi data agar kebijakan tidak salah sasaran.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan BBM bersubsidi. Pertamina masih menunggu aturan resmi pemerintah sebelum menerapkan kebijakan tersebut.





